Perbandingan Respon Hemodinamik 3 Menit dan 5 Menit Setelah Pemberian Fentanyl 2 mcg/kgbb iv saat Intubasi di RSUD DR Saiful Anwar Malang
ABSTRACT

Introduction: Efforts to reduce hemodynamic response caused by intubation

laryngoscopy can be done non-pharmacologically or pharmacologically using fentanyl. To reduce mortality and morbidity thus giving a good output.
Purpose: This study aims to find out if the 5 minutes period after fentanyl injection is the right time to do intubation laryngoscopy compared to 3 minutes after fentanyl injection.

Method: 43 patients with physical status ASA I and II underwent general anesthesia with placement of endotracheal tube. They were single-blind randomly chosen. The subjects were divided into two groups, group I with 3 minutes period after administration of fentanyl 2 mcg/kgBW and group II with 5 minutes period after administration of fentanyl 2 mcg/kgBW. The patients were induced using propofol 2 mg/kgBW facilitated with rocuronium 0.6 mg/kgBW. The condition of hemodynamic response was assessed before induction and after intubation laryngoscopy, then the time was compared if group II was lower than group I. The comparison of hemodynamic response between both groups was tested using unpaired t-test with significance of p<0.05.

Result: There was a significant difference between both groups in systolic variable (group I: mean 9.95±20.72; group II: mean -4.04 ±19.08 with p 0.026), diastolic (group I: mean 6.90±13.78; group II: mean -3.69n±11.76 with p 0.010), and mean arterial pressure (group I: mean 8.70±16.19; group II: mean -4.91±14.04 with p 0.05), while the pulse variable was not statistically significant (p 0.082).

Conclusion: The blood pressure measured 5 minutes after fentanyl injection was lower than 3 minutes after fentanyl injection. There was no difference in pulse between both groups in patients with general anesthesia.

 

Keywords : laryngoscopy, intubation, hemodynamic, fentanyl
ABSTRAK

Pendahuluan : upaya dalam mengurangi respon hemodinamik akibat laringoskopi intubasi dapat dengan non farmakologi maupun farmakologi salah satunya dengan fentanyl. Usaha tersebut dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas sehingga memberikan output yang baik.

Tujuan: untuk mengetahui apakah waktu 5 menit setelah injeksi fentanyl merupakan waktu yang tepat dalam melakukan tindakan laringoskopi intubasi dibandingkan dengan 3 menit setalah injeksi fentanyl.
Metode : 43 pasien dengan status fisik ASA 1 dan II dilakukan pembiusan umum dengan pemasangan pipa endotrakea,di pilih secara tersamar acak tunggal. Sample penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok I dengan 3 menit setelah pemberian fentanyl 2 mcg/kgbb dan kelompok II 5 menit setelah pemberian fentanyl 2 mcg/kgbb. Pasien diinduksi dengan propofol 2 mg/kgbb, difasilitasi dengan rocuronium 0.6 mg/kgbb. Kondisi respon hemodinamik dinilai sebelum induksi dan satu menit setelah laringoskopi intubasi, kemudian dibandingkan apakah waktu kelompok II lebih rendah daripada kelompok I. Data yang didapat akan diolah dengan SPSS 20.0. karakteristik akan diuji normalitas dengan Shapiro-wilk dan homogenitas dengan levene test. Perbandingan respon hemodinamik dua kelompok di uji dengan uji t sampel tidak berpasangan dengan tingkat kemaknaan p<0.05.

Hasil : terdapat perbedaan bermakna pada kedua kelompok pada variabel sistolik (pada kelompok I rerata 9.95±20.72, kelompok II -4.04 ±19.08 dengan p 0.026), diastolik (reratakelompok 1 6.90±13.78 dan kelompok II -3.69n±11.76 dengan p 0.010), dan tekanan arteri rerata (rerata kelompok I 8.70 ±16.19 dan kelompok II rerata -4.91±14.04 dengan p 0.05). sedangkan untuk variabel denyut nadi tidak bermakna secara statistic p 0.082.

Simpulan : tekanan darah akibat laringoskopi intubasi dilakukan setelah 5 menit injeksi fentanyl lebih rendah daripada 3 menit setelah injeksi fentanyl dan denyut nadi tidak didapatkan perbedaan antara kelompok 5 menit injeksi fentanyl dengan 3 menit setelah injeksi fentanyl pada pasien yang dilakukan anestesi umum. 

 

Kata kunci : laringoskopi, intubasi, hemodinamik, fentanyl
Artikel Sekarang
Dipublikasi pada 01 March 2016
Penulis :
» Zakiyah Ainun
» Djudjuk R. Basuki
» Isngadi
Kategori : Penelitian
Berkas Artikel (PDF)
Dari Jurnal
Volume VIII Nomor 1, Maret 2016 Cover JAI
Daftar Isi | Berkas Full (PDF)

 

Beri komentar

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122)

Filename: Unknown

Line Number: 0

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/cpanel/php/sessions/ea-php56)

Filename: Unknown

Line Number: 0